Archive for the ‘Motivasi Hidup’ Category

Kumpulan PuisiPuisi Puisi Romantis

Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali ke dalam air.

Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran, “Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?” “Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan, “Jawab si kecil itu.

“Tapi pantai ini luas dan bermil-mil panjangnya,” Kata lelaki tua itu sambil menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu. “Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar,” Lanjutnya penuh ragu.

Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar selamat dan hidup.” kemudian dengan tersenyum pada lelaki tua itu, ia berkata “Aku membuat perubahan untuk satu hal. Satu Tindakan Sebuah kebaikan yang sederhana dapat membuat sebuah perubahan untuk keluargamu, temanmu, bahkan untuk wajah wajah asing yang kadang tidak kita kenal”. Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.” Kata si kecil itu.

Pesan Moral : kadang kadang, kita selalu merasa tidak bisa berbuat apa apa seperti layaknya anak kecil itu, namun walaupun itu cuma tindakan kebaikan sederhana, tapi membuat begitu banyak perbedaan untuk Bintang laut itu sendiri

Ketika anda memberikan sedikit senyuman untuk orang lain, baik itu keluarga anda, teman anda ataupun orang asing yang anda temui, anda telah membuat perbedaan besar bagi mereka.

Tindakan kecil yang sederhana dapat membuat perbedaan besar kepada seseorang yang sedang membutuhkan. Menyelamatkan Bintang laut adalah sedikit aksi yang membuktikan kebenaran itu

Kita sering mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kali kita lupa bahwa yang besar itu sering dimulai dengan sesuatu yang kecil. Mulailah berbuat kebajikan pada hal-hal kecil, maka engkau akan diberkati dalam hal-hal besar.

(Disadur dari: iphincow.wordpress.com)

____________________________________________________________________________________________________
Belajar berbisnis bersama d’BC Network!
Jaringan online yang sudah terbukti
menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis online!

Dapatkan panduan dan e-Booknya “GRATIS”:, Klik disini: Belajar Bisnis OnlineKerja dari Rumah

 

Kumpulan PuisiPuisi Puisi Romantis

Dalam kehidupan manusia sangatlah diperlukan rasa “menaklukkan”, suatu rasa superior dan rasa menang. Mengapa demikian? Karena hal ini berkaitan dengan identitasnya. Manusia selalu ditentukan untuk bisa menaklukan dan berkuasa, untuk itulah kita begitu memerlukan kemenangan di dalam hidup kita. Kemenangan kita dimulai dari bagaimana kita menghargai pencapaian-pencapaian kita setiap hari. Tanpa rasa menang ini, kita akan merasa seperti ada sesuatu yang hilang di dalam hidup kita. Itu sebabnya manusia mencoba segala cara untuk merasakan kemenangannya, bahkan walaupun dengan sesuatu yang semu.

Seperti contohnya, saya melihat banyak sekali anak muda yang menyukai permainan-permainan seperti PlayStation, games online atau games yang ada di telepon genggam. Mengapa mereka begitu menyukai permainan itu dan bahkan ada yang sampai kecanduan? Karena mereka telah dapat merasakan kemenangan dan saat kalah, mereka akan selalu mencoba untuk memenangkan permainan itu sampai akhirnya benar-benar memperoleh kemenangan dari permainan tersebut. Walaupun hal itu tidak nyata, namun sensasi yang mereka rasakan sangat nyata. Sensasi kemenangan itulah yang membuat mereka kecanduan dan senang main games.

Pada kenyataannya, kehidupan ini setiap hari memberikan kesempatan untuk menaklukan dan menang bagi kita. Namun penghargaan dan perayaan kemenangan harus dimulai oleh diri sendiri. Setiap kali kita bangun pagi, kita memulai hari kita dengan berangkat sampai ke tempat kerja, itu adalah sebuah kemenangan. Ketika kita bisa mencapai target pada hari tersebut, seperti berhasil memprestasikan hasil karya kita, maka klien akan merasa puas dengan pelayanan kita dan itu adalah kemenangan kita juga! Berikanlah ucapan selamat pada diri sendiri dan buatlah perayaan dan penghargaan untuk kita sendiri. Lakukan dengan cara sederhana namun menyenangkan.

Piala sorak sorai penonton sedang menanti kita di depan sana; itu tinggal masalah waktu saja. Namun kita harus menjalani setiap detik kehidupan kita sebagai seorang pemenang. Karena itu adalah jati diri kita yang sesungguhnya! Maka, teman-teman dan pembaca sekalian, Anda berhak merasakan kemenangan dan meraih kemenangan itu dengan rasa percaya diri yang penuhm sikap berani menghadapi kehidupan serta tidak gentar menghadapi tantangan.

Semoga tulisan ini dapat menginspirasi Anda semua untuk bisa menjadi seorang Pemenang di dalam kehidupan Anda.
Salam Sukses!! Anda adalah seorang Pemenang Sejati

(Source:topmotivasi.com)

 

____________________________________________________________________________________________________

Miliki penghasilan tambahan dengan hanya bermodalkan komputer dan akses internet di rumah dan dapatkan dukungan penuh dari d’BC Network!

Dapatkan panduan dan e-Booknya “GRATIS”:, Klik disini: Belajar Bisnis OnlineKerja dari Rumah

Kumpulan PuisiPuisi Puisi Romantis

Ketika usianya 2 tahun, orangtua Sabriye Tenberken menemukan kenyataan bahwa penglihatan anaknya pelan-pelan berkurang. Kemampuan melihat anak perempuan ini terus memburuk. Dan mereka tahu, suatu saat anaknya pasti akan buta oleh suatu penyakit yang mereka tak tahu.

Sebelum penglihatannya benar-benar hilang kedua orangtuanya mengajak Sabriye pergi ke museum, bertamasya ke sejumlah tempat yang dipenuhi aneka warna, dan sebagainya. Maksud orangtuanya, agar ia bisa menyimpan memorinya dengan begitu indah. Saat usianya menginjak 13 tahun Sabriye benar-benar mengalami kebutaan. Tetapi, “Saya punya banyak rekaman visual yang tersimpan di kepala,” katanya suatu ketika.

Sabriye yang lahir di Cologne, Jerman tahun 1970, sekolah di sebuah sekolah bergengsi khusus untuk kalangan tunanetra. Meski begitu sekolahnya mengajarkan hidup normal bagi para muridnya. Misalnya, diajarkan juga bagaimana mengendarai kuda, bermain ski, cross-country, kayak, dan sebagainya. Tentu saja sebatas yang aman bagi mereka.

Suatu kali ia mengunjungi Nepal bersama ibunya. Dari sana ia mengunjungi Tibet untuk beberapa saat. Meski sebentar saat di Tibet ia menemukan kenyataan bahwa orang buta di sana, menurutnya, diperlakukan seperti orang terkutuk, diasingkan seperti penderita lepra. Mereka tak disediakan tempat belajar, hidupnya terkurung di dalam kamar, sendirian, tanpa pendidikan, tanpa hiburan, dan tanpa pelatihan keterampil?n tertentu.

Pengalaman singkat itu begitu membekas di hatinya dan membangkitkan keinginan luar biasa untuk mengajar anak-anak buta Tibet. Ia berharap, anak-anak buta di Tibet juga suatu saat kelak bisa memiliki kehidupan penuh, tidak malu atau merasa cacat. Mereka seharusnya bisa hidup sepenuhnya seperti dirinya.

Setelah lulus SMA Sabriye melanjutkan sekolah ke Bonn University dan mengambil bidang studi tentang kebudayaan Asia Tengah. Ia juga belajar kebudayaan bangsa Mongol, China modern, dan Tibet, terutama sosiologi dan filosofinya. Ia belajar bahasa Tibet karena keinginan kuatnya pergi ke sana lagi.

Di universitasdi program tersebut dialah satu-satunya yang buta. Dan karena itu ia merasa kesulitan mencari literatur tentang Tibet yang sudah ditulis dalam tulisan Braille. Untuk itu ia harus bekerja keras membuat sistem sendiri dalam tulisan Braille. Tak hanya itu, ia juga menggagas membuat tulisan Braille dalam tulisan Tibet. Sistem Braille untuk tulisan Tibet ini selesai ia buat pada tahun 1992.

Tahun 1997 ia sendirian pergi ke Tibet untuk melakukan observasi kira-kira apa yang harus ia lakukan untuk mewujudkan niatnya itu. Tahun 1998 ketika ia kembali ke Tibet ia mendirikan pusat pendidikan untuk orang buta di Lhasa, ibukota Tibet. Pusat pendidikan ini diawali dengan lima orang anak tunanetra dan Sabriye sendiri yang mengajar. Namun lama-lama ia bisa mendidik murid-muridnya untuk kemudian jadi guru di sana.

Kegiatan itu bukan tanpa rintangan. Pada awalnya ia dianggap mengambil keuntungan dari orang-orang buta di Tibet. Namun lama-lama orang memahami bahwa apa yang dilakukannya hanya karena ingin membuat orang buta di Tibet menjalani hidup lebih layak. Kini Sabriye tak hanya menggagas pendidikan kaum buta di Tibet tapi juga di seluruh dunia. Apalagi setelah ia mendirikan lembaga bernama Braille Without Borders pada tahun 2002.

(Source:topmotivasi.com)

 

 

____________________________________________________________________________________________________

Penghasilan bulanan 1, 4, 10, bahkan 20 juta perbulan?
Praktekkan ebook training yang tersedia gratis untuk member d’BC Network dan lakukan pemasaran secara online!

Dapatkan panduan dan e-Booknya “GRATIS”:, Klik disini: Belajar Bisnis OnlineKerja dari Rumah